Tangerang Selatan, suarapolitik.com -  Presiden Korea Selatan (Korsel), Park Geun-hye, telah mengambil tanggung jawab pribadi terkait skandal penyalahgunaan kekuasaan. Park pun bersumpah akan bekerja sama dengan penyelidik.

"Semuanya salah saya dan kesalahan saya dan saya merasa tanggung jawab yang besar untuk ini," katanya dalam sebuah pidato di televisi seperti dikutip dari CNN, Jumat (4/11/2016).

Permintaan maaf ini adalah yang kedua kalinya dilakukan oleh Geun-hye dalam dua minggu terakhir terkait skandal yang membelitnya. Akibat skandal ini, ia mengaku sulit untuk tidur di malam hari.

"Hati saya hancur karena telah menyebabkan rasa sakit dan para pejabat pemerintah dan orang-orang di lapangan dan industri yang membantu saya, saya telah menyebabkan kekecewaan besar bagi Anda, saya merea benar-benar menyesal," katanya.

Pada hari Rabu jaksa mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk teman dekat Park Geun-hye dan penasihat informalnya, Choi Soon-sil, atas tuduhan penyalahgunaan kekuasaan dan percobaan penipuan.

"Saya akan melakukan semua yang saya bisa untuk bekerja sama dalam penyelidikan dan saya telah mengatakan kepada kantor sekretariat untuk sepenuhnya bekerja sama dengan jaksa penyidik," kata Park.

Park Geun-hye dituduh mengizinkan Soon-sil untuk melihat dokumen rahasia dan pidato Presiden meskipun tidak memegang jabatan resmi. Media lokal dan partai oposisi menuduh Choi Soo-sil menggunakan hubungannya dengan Park untuk mengumpulkan sumbangan jutaan dolar bagi yayasannya. (M. Amin)

Sumber : sindonews, Jum'at, 4 November 2016 - 14:52 WIB