Jakarta, suarapolitik.com - DPRD adalah wakil dari rakyat daerah justru mereka adalah kawanan perampok, seperti yang telah ketahui dua anggota dewan dari Banten terjaring operasi tangkap tangan KPK. Kedua anggota dewan tersebut, adalah Ketua Komisi III DPRD Banten fraksi PDIP, FL Tri Satya Santosa dan Wakil Ketua DPRD Banten dari Fraksi Partai Golkar, SM Hartono.

DPRD Provinsi Banten menyatakan rasa kekecewaan terhadap dua anggotanya yang terjaring operasi tangkap tangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Selasa (1/12) siang kemarin.

Asep Rahmatullah Ketua DPRD Banten dari Fraksi PDIP mengungkapkan, bahwa ini sangat disayangkan dan mengecewakan mengingat sebentar lagi akan ada peringatan hari anti korupsi sedunia.

"Padahal sebentar lagi kan peringatan hari anti korupsi sedunia. Ini malah ada anggota kami yang tertangkap. Ini sangat disayangkan dan sangat memprihatinkan," kata Asep.

Lebih lanjut Asep menuturkan, pihaknya masih terus memantau hasil pemeriksaan KPK terhadap keduanya.

"Kami kawal terus perkembangannya. Kami serahkan sepenuhnya kasus ini ke KPK," ucap Asep.

Ketika di tanya tentang sikap beliau, Asep pun dengan tegas mengatakan ia akan mencopot langsung bilamana resmi ditetapkan sebagai tersangka.

"Pecat langsung. Kalau PDIP perjuangan tidak ada ampun, langsung pecat," tegas Asep.

Menilik kasus ini, maka ini bukan hal yang aneh dan bukan hal baru. Di golongan mereka oknum selalu berkeliaran dengan sikap tamaknya dan ini telah berlangsung dari dulu. Bukan kah selama ini kita telah menyaksikan, mendengar dan menyumpahi para oknum koruptor? (M. Nas Kasah)